Hukum Bunga Bank Tidak Haram?
Sabtu, 24 Januari 2009 04:33
Pertanyaan
Assalamu a'laikum
Saya termasuk yang anti bunga bank tapi disisi lain saya juga menggunakan produk bank konvensional terutama untuk keperluan beli rumah dan biaya nikah... Saya mendapai penyataan tentang bunga bank sebagai berikut:
"Bahkan Menurut Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif menilai fatwa MUI tersebut merupakan keputusan tergesa-gesa sehingga dikhwatirkan jadi bumerang bagi MUI sendiri. Sedangkan Cendikiaawan Islam Prof. Dr. Nurcholish Madjid mengemukakan, sebelum mengeluarkan kajian ilmiah terlebih dahulu. Apabila implikasi fatwa tersebut sangat luas. Ia mengatakan riba di alamnya mengandung unsur eksploitasi satu pihak kepada Pihak lain, padahal dalam perbankan (konvensional) tidaklah srperti itu... "
Ia memberi contoh, bila seseorang kesulitan kemudian mendatangi orang lain untuk meminjam uang kemudian kepadanya dibebani keharusan membayar dalam jumlah lebih besar, maka di dalamnya mengandung riba karena eksploitasi. Padahal menurut dia, peminjam yang datang ke bank justru adalah orang-orang yang secara ekonomi bonafit (bisa mengembalikan pinjaman), sehingga bank mau memberikan pinjaman pada mereka. Jadi di sini tidak ada unsur eksploitasi.
Menguntip panndapat Ulama A. Hasan dari Persis, Nurcholish Madjid mengatakan bunga bank konvesional tidak haram karena tidak ada unsur eksploitasi di dalamnya....dst
Menurut ustad bagaimana?
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
'Illat haramnya riba bukan terletak pada unsur eksplotitasinya. Salah besar ketika ada orang yang berpendapat demikian. Yang menjadi 'illat dalam haramnya riba adalah praktek riba itu sendiri. Bila terpenuhi unsur riba, maka praktek itu riba dan hukumnya haram. Sebaliknya, bila tidak terpenuhi unsur riba, maka praktek itu bukan riba dan hukumnya tidak haram.
Mengalihkan 'illat riba pada unsur eksplotitasinya justru adalah tindakan yang tidak tepat. Sebagaimana tidak tepatnya kita mengatakan bahwa haramnya daging babi karena ada cacing pitanya. Kelemahannya, kalau cacing pita bisa dimusnahkan, apakah daging babi menjadi halal?
Sama juga dengan kita mengatakan bahwa zina itu diharamkan karena merusak nasab dan keturunan. Ini jelas salah kaprah, karena penyebab haramnya zina bukan semata-mata agar nasab tidak tercampur-campur, juga bukan karena agar tidak terkena penyakit kelamin.
Sebab di zaman sekarang, sebelum berzina, bisa saja pasangan tidak sah datang ke dokter untuk memeriksa kesehatan kelamin mereka. Lalu oleh doker mereka dikatakan sehat, lalu mereka berzina dengan menggunakan alat-alat pencegah kehamilan. Maka apa yang mereka laukan aman dari penyakit kelamin sekaligus tidak akan terjadi percampuran nasab yang rancu. Lalu, apakah zina menjadi halal dengan cara seperti itu? Tentu tidak.
Maka sebab haramnya riba bukan karena ada satu orang menindas pihak lain. Tetapi haramnya riba adalah ketetapan Allah SWT langsung dari langit. Allah SWT sebagai pencipta manusia, tidak suka kalau manusia melakukan praktek keuangan dengan jalan ribawi. Apakah itu menindas atau tidak, tidak ada urusan.
Bukankah zina bisa dilakukan dengan cara sehat, aman dan suka sama suka? Apakah zina menjadi halal? Bukankah babi bisa dimasak steril sehingga cacing pita dan virusnya mati semua? Apakah daging babi halal?
Fatwa MUI Tergesa-gesa?
Tidak ada yang terburu-buru dari fatwa MUI, justru MUI sangat terlambat untuk mengeluarkan fawa itu. Sebab riba sudah diharamkan sejak 1400 tahun yang lalu. Bahkan sejak nabi Adam alaihissalam diturunkan ke muka bumi. Karena semua agama samawi kompak dan sepakat mengharamkan riba.
Adapun riba itu itu menjelma menjadi bunga bank, maka seharusnya para ulama langsung bisa mendeteksi, tidak perlu menunggu puluhan tahun untuk berpikir panjang. Kalau sebuah praktek keuangan terkena unsur riba, maka hukumnya riba, tidak perlu ragu untuk mengatakan sesuatu yang haram adalah haram.
Beda antara seorang ulama betulan dengan ulama gadungan adalah pada prioritas mengatakan kebenaran. Ulama betulan tetap mengatakan bahwa yang haram itu haram, meski moncong meriam ditujukan ke arah kepalanya. Sekali haq tetap haq, apa pun yang terjadi.
Sedangkan ulama gadungan (sebenarnya bukan ulama) adalah orang yang dengan mudah mengubah-ubah hukum syariah sesuai dengan kemashlahatan pribadi. Kalau kira-kira menguntungkan dirinya, atau kelompoknya, barulah bersuara. Sebaliknya, bila kira-kira tidak menguntungkan, maka suranya menjadi lain.
Perbedaan Pendapat Tentang Bunga Bank
Ustadz A. Hasan diklaim telah berfatwa halalnya bunga bank. Kami tidak tahu apa landasan yang beliau kemukakan saat itu. Tetapi fatwa seseorang pasti bisa berubah, sesuai data dan input yang diterimanya.
Al-Imam As-Syafi'i pun pernah mengubah ijtihadnya, setelah bertahun-tahun bertahan pada qaul qadim, beliau kemudian mengubahnya dengan qaul jadid.
Namun kami bisa memilah pendapat yang menghalalkan bunga bank menjadi dua jenis. Pertama, mereka yang ikhlas dalam berfatwa dengan segala keterbatasan informasi yang dimilik saat itu. Kedua, mereka yang punya niat tidak baik sejak awal sehingga mencerung berani menentang hukum Allah.
Haramnya Bunga Bank
1. Majelis Tarjih Muhammadiyah
Majelis Tarjih Sidoarjo tahun 1968 pada nomor b dan c:
- bank dengan sistem riba hukumnya haram dan bank tanpa riba hukumnya halal -bank yang diberikan oleh bank-bank milik negara kepada para nasabahnya atau sebaliknya yang selama ini berlaku atau sebaliknya yang selama ini berlaku, termasuk perkara musytabihat.
2. Lajnah Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama
Ada dua pendapat dalam bahtsul masail di Lampung tahun 1982. Pendapat yang pertama mengatakan bahwa bunga Bank adalah riba secara mutlak dan hukumnya haram. Yang kedua berpendapat bunga bank bukan riba sehingga hukumnya boleh. Pendapat yang ketiga, menyatakan bahwa bunga bank hukumnya syubhat.
3. Organisasi Konferensi Islam (OKI)Semua peserta sidang OKI yang berlangsung di Karachi, Pakistan bulan Desember 1970 telah menyepakati dua hal: Praktek Bank dengan sistem bunga adalah tidak sesuai dengan syariah Islam Perlu segera didirikan bank-bank alternatif yang menjalankan operasinya sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
4. Mufti Negara Mesir
Keputusan Kantor Mufti Mesir konsisten sejak tahun 1900 hingga 1989 menetapkan haramnya bunga bank dan mengkategorikannya sebagai riba yang diharamkan.
5. Konsul Kajian Islam
Ulama-ulama besar dunia yang terhimpun dalam lembaga ini telah memutuskan hukum yang tegas terhadap bunga bank sebagai riba. Ditetapkan bahwa tidak ada keraguanatas keharaman praktek pembungaan uang seperti yang dilakukan bank-bank konvensional.
Di antara 300 ulama itu tercatat nama seperti Syeikh Al-Azhar, Prof. Abu Zahra, Prof. Abdullah Draz, Prof. Dr. Mustafa Ahmad Zarqa', Dr. Yusuf Al-Qardlawi. Konferensi ini juga dihadiri oleh para bankir dan ekonom dari Amerika, Eropa dan dunia Islam.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
sebagai manusia, kita pasti punya banyak cara buat ngeles...
kalo begini, gimana???
kalo kara rasul Saw,,kalo mo jadi org mukmin kan harus ninggalin perkara syubhat...
nah..itu dia..buat yg sudah terpikir akan syubhatnya riba bank konvensional...entu die jawabannya....
kalo udah tau syubhat..ya tinggalkan..itu lebih baik bagi kalian...
mulai skarang...jangan pernah kepikiran kerja di bank non syariah..
sbenarnya ini isu penting...tapi disepelekan...
Selasa, Februari 17, 2009
Selasa, Februari 10, 2009
Hamas Menang Perang??????
Oleh-Oleh Ust. Hilmi Aminudin dari Palestina:
Alasan HAMAS Memenangkan Perang Gaza
Sadarkah antum bahwa berita yang kita dapatkan dalam siaran berita di televisi
maupun lembaran koran seluruh dunia seputar perang Gaza rata-rata
banyak sekali
yang mengekspos penderitaan bangsa Palestina. Di sisi lain sering kali kita
perhatikan ditampilkannya kabar bahwa seolah-olah Israel telah berhasil menang
dalam peperangan yang mereka kobarkan di Gaza. Kita berhusnudzan, barangkali
apa yang dilakukan media adalah cara mereka dalam memberi dukungan bagi rakyat
Palestina. Semakin nampak penderitaan bangsa Palestina di hadapan dunia, maka
otomatis akan semakin membangkitkan semangat pembelaan bagi rakyat Palestina.
Namun nampaknya jarang sekali kita dengar kabar yang menggembirakan
atas bangsa
Palestina selama perang 22 hari di Gaza. Tahukah antum bahwa ternyata banyak
sekali Allah turunkan pertolongan- Nya bagi rakyat Palestina selama perang 22
hari itu. Apa yang akan saya ceritakan berikut tidak banyak diekspos oleh
media. Entah kenapa, atau mungkin karena apa yang mereka dapatkan
bukan berasal
dari sumber utama para tentara pejuang kemerdekaan Palestina (brigade izzudin
al-qassam dan HAMAS).Â
Dalam salah satu acara malam penggalangan dana untuk Palestina, Ust. Hilmi
Aminudin bercerita tentang pengalaman beliau ketika mengantarkan
rombongan para
penyalur bantuan dari rakyat Indonesia langsung ke pemerintah HAMAS di
Palestina. Alhamdulillah saya beruntung dapat mendengarkan cerita
beliau secara
langsung, dan kemudian saya ceritakan kembali pada teman-teman semua.Â
Selama kunjungannya di Palestina, Ust. Hilmi disambut langsung oleh para
petinggi HAMAS. Beliau disambut di perbatasan Raffah-Mesir. Beliau beserta
rombongan tidak diizinkan masuk ke Gaza oleh pemerintah Mesir dengan alasan
keamanan. Oleh karena itu, para petinggi HAMAS tersebut yang akhirnya
menghampiri perbatasan untuk melakukan dialog.
Ust. Hilmi beserta rombongan
pada waktu itu membawa dana segar hasil pengumpulan dana dalam demonstrasi-
demonstrasi yang dilakukan bangsa Indonesia selama agresi Israel berlangsung.
Alhamdulillah, total dana yang diberikan adalah sebesar 2 juta US dollar.
Seolah sambil sedikit bercanda, Ust. Hilmi mengatakan bahwa uang yang
terkumpul tersebut merupakan infaknya 'minal fukhoro wal masakin' (infaknya
orang-orang fakir dan miskin). Maksudnya tentu bukan merendahkan yang memberikan
infak itu.
Melainkan memberi gambaran bahwa jika uang yang dikumpulkan dari hasil
demontrasi jalanan saja bisa sampai terkumpul 2 juta dollar, maka apalagi jika
sudah melibatkan para agnia dan pengusaha? InsyaAllah dijamin jumlahnya akan
berlipat lebih besar lagi.Â
Dalam dialog yang berlangsung bersama para pemimpin HAMAS tersebut, Ust. Hilmi
banyak mendapatkan cerita kondisi yang sebenarnya dialami oleh para
tentara al-qassam. Subhanallah. .. ternyata Allah telah banyak menurunkan pertolongan dan lindungan-Nya selama perang berlangsung. Sangat banyak hal yang secara akal
tidak lah mungkin terjadi. Pertama, secara kesenjataan, sudah sangat jelas
bahwa perbandingan kekuatan persenjataan antara HAMAS dan Israel
sangatlah jauh berbeda.
Dalam sistem pertahanan kesenjataan, Israel menempati urutan keempat
di dunia setelah Amerika Serikat, China, dan Inggris. Ini pun masih belum
termasuk dengan bantuan militer yang diberikan Amerika Serikat untuk mendukung
persenjataan selama perang Gaza.
Menurut salah satu sumber, disebutkan bahwa
untuk perang Gaza, Amerika telah menyuplai persenjataan sebanyak lebih dari
60.000 ton. Bantuan itu dikirim dalam ratusan buah kontainer besar. Bantuan
senjata ini dipercaya sebagai suplai senjata yang terbesar sepanjang sejarah
persekongkolan Amerika-Israel. . .
Maka coba bandingkanlah dengan HAMAS hanya
mempersenjatai diri mereka dengan roket-roket berdaya jelajah menengah dengan
daya rusak yang tidak terlalu besar. Kedua, jika dilihat dari besarnya
pasukan,
HAMAS hanya memiliki sekitar 15.000 personil. Sedangkan Israel
memiliki 130.000
tentara aktif dan lebih dari 400.000 tentara cadangan. Ketiga, dari segi medan
pertempuran, Gaza adalah kota yang terisolir. Sekelilingnya dibatasi oleh
tembok-tembok blokade sepanjang lebih dari 750 KM dengan tinggi 8
meter, dan di
setiap 10 meternya telah siap tentara Israel di atas pos blokade yang siap
menembak mati siapapun warga Palestina yang mencoba mendekati tembok blokade
tersebut. Segala hal hampir membuat tidak masuk akal bagi pejuang Palestina
untuk memenangkan pertempuran.
Beberapa hari ke belakang kita menyaksikan sama-sama berita yang menceritakan
aksi perayaan kemenangan yang dilakukan warga Palestina baik yang di
jalur Gaza
maupun di tepi Barat. Bagi sebagian orang barangkali merasa heran, kemenangan
macam apakah itu? Bukankah sudah lebih dari 1.200 orang menemui syahid, 5.000
lebih orang luka-luka, 13 masjid dibom, ribuan rumah hancur, jalan dan sarana
publik hancur total. Apakah ini yang disebut dengan kemenangan? hal ini lah
yang tidak kita ketahui kebenaran yang sesungguhnya.
Setidaknya ada beberapa alasan yang membuat Palestina memenangkan pertempuran.
Para petinggi HAMAS itu bercerita, sebenarnya serangan yang dilakukan Israel
awalnya direncakan hanya dalam 3 hari saja. Pertama kali mereka menyerang
melalui serangan udara pada tanggal 27 Desember 2008, seharusnya menurut
pemikiran mereka, akan dapat menguasai sepenuhnya Gaza dalam waktu tiga hari
saja (29 desember 2008). Mereka berencana hanya akan melakukan serangan udara
selama 3 hari, tanpa serangan darat, lalu pada tanggal 30-31 Desember 2008
mereka akan melakukan persiapan perayaan kemenangan dan perayaan tahun baru di
Gaza.
Dikabarkan juga pada akhir tahun 2008 tersebut, sebagian tamu undangan
yang rencananya akan menghadiri perayaan kemenangan Israel atas Gaza sudah
bersiap di perbatasan untuk selanjutnya dapat memasuki Gaza. Tapi ternyata apa
yang mereka dapatkan sangat jauh dari apa yang mereka bayangkan.
Justru
perlawanan yang sangat sengit dari pejuang HAMAS lah yang mereka dapatkan. Hal
ini akhirnya memaksa zionis Israel untuk melakukan serangkaian serangan
sporadis ke seluruh target. Pertempuran yang awalnya hanya diperkirakan akan
dimenangkan Israel dalam waktu tiga hari, ternyata meleset sangat jauh dari
target.
Setelah perang melewati 10 hari serangan, tentara Israel mulai kehilangan
konsentrasi dan fokus serangan. Sehingga serangan yang awalnya ditargetkan
untuk menghancurkan basis-basis perlawanan HAMAS, akhirnya mulai berubah
menjadi target rakyat sipil. Tentara Israel mulai kehilangan arah sasaran.
Mereka tidak tahu lagi target mana yang harus mereka hancurkan. Dan ternyata,
target-target bangunan yang Israel klaim di media merupakan basis HAMAS, pada
kenyataannya itu tidak lain hanyalah bangunan yang kosong tidak berpenghuni,
atau bahkan malah target fasilitas publik dan sipil. Jika kita perhatikan
berita di media asing, Israel selalu berkilah bahwa target sipil yang mereka
hancurkan itu karena HAMAS sering menjadikan tempat-tempat macam itu sebagai
tempat perlindungan dan gudang persenjataan. Padahal yang sebenarnya itu
dilakukan Israel tidak lain hanya karena sudah bingung dan tidak tahu lagi
target serangan.
Kemudian salah satu pejabat HAMAS tersebut melanjutkan ceritanya kepada Ust.
Hilmi. Beliau menambahkan, bahwa ternyata pihak Israel sebelumnya telah
mempersiapkan pasukan elite mereka untuk berlatih sebelum serangan dilakukan.
Jadi apa yang mereka lakukan itu tentunya bukan dilakukan dengan spontan,
melainkan sudah melalui perencanaan yang matang. Para pasukan khusus itu
dilatih di sebuah tempat yang kondisinya dibuat persis sama seperti keadaan di
kota Gaza. Mulai dari bangunan, jalan-jalan, bahkan sampai gang-gang sempit,
semuanya dibuat mirip seperti kota Gaza. Ini diharapkan ketika mereka
melakukan
serangan darat, maka sudah dapat mengetahui medan pertempuran dengan sebaik-
baiknya. Tetapi ternyata apa yang mereka dapatkan setelah terjun langsung ke
medan pertempuran yang sebenarnya? Ternyata apa yang mereka dapatkan sungguh
berbeda menurut pandangan mereka. Target yang awalnya sudah mereka rencanakan
dan dicurigai merupakan tempat persembunyian tentara pejuang Palestina
ternyata
tidak pernah mereka temukan. Ketika mereka masuk ke bangunan atau rumah yang
awalnya mereka curigai sebagai markas, ternyata tidak lain hanyalah sebuah
rumah biasa milik penduduk sipil.
Barangkali kita bertanya-bertanya dalam benak kita semua. Bagaimana mungkin
HAMAS tetap bisa menggalang kekuatan. Padahal sekeliling kota Gaza sudah
diblokade dengan tembok-tembok raksasa dan pos penjagaan di tiap perbatasan.
Dari mana mereka mendapatkan suplai untuk persenjataan mereka? Di luar dugaan,
ternyata roket-roket yang dibuat HAMAS itu terbuat dari barang-barang bekas.
Rangka roketnya terbuat dari bekas tiang listrik, kabel-kabel sambungan
detonatornya terbuat dari kabel yang ada di rumah-rumah warga, bahan bakar
roketnya terbuat dari gula, dan hulu ledaknya terbuat dari kimia
sederhana yang
mereka racik sedemikian rupa. Selain itu, suplai bahan baku senjata
juga mereka
dapatkan melalui ratusan terowongan yang mereka buat yang melintasi
perbatasan.
Israel mengklaim bahwa mereka telah berhasil menghancurkan banyak terowongan
yang sering dimanfaatkan warga Gaza untuk transfer barang dari dan ke kota
Gaza. Tetapi yang perlu kita ketahui adalah ternyata apa yang berhasil Israel
hancurkan itu hanya 200 terowongan dari total terowongan yang berjumlah 800
buah. Jadi setidaknya masih ada 600 terowongan yang tersisa dan belum hancur.
Adapun terowongan yang sudah hancur tersebut, pihak HAMAS menyebutkan bahwa
mereka akan selesai memperbaikinya kembali hanya dalam 3 bulan.
Secara fisik, mungkin HAMAS lah yang paling banyak menderita kerugian. Namun
ini sama sekali bukanlah indikasi kekalahan HAMAS. Justru Israel lah yang
kalah! Betapa tidak, HAMAS telah membuat perlawanan yang sangat sengit
sehingga
Israel melewati target lama pertempuran yang telah direncanakan, dan akhirnya
mundur dari Gaza tanpa syarat apa pun. Ingat... tanpa syarat apapun!!! Justru
pihak Israel lah yang pertama kali mengumumkan gencatan senjata sepihak,
sementara pada saat itu HAMAS sama sekali menolak gencatan senjata dan terus
memberi perlawanan. Bahkan menurut kabar, lima menit sebelum Israel
mengumumkan
gencatan senjata, HAMAS masih meluncurkan roketnya ke wilayah Israel. Secara
tersirat, HAMAS seolah ingin memberikan ancaman pada Israel bahwa perlawanan
mereka tidak pernah berhenti sedikit pun dan kondisi persenjataan mereka masih
dalam kondisi prima. Perlu ditambahkan juga bahwa selama perang Gaza, HAMAS
telah meluncurkan sekitar 900 roket, dan itu tidak lebih hanya 1 % dari total
jumlah roket yang mereka miliki.
Lebih jauh lagi, salah satu pejabat HAMAS tersebut menyampaikan bahwa mereka
sama sekali tidak membutuhkan kiriman pasukan mujahid dari negara mana pun.
Beliau mengatakan, "kami hanya kehilangan 48 orang mujahid selama perang
berlangsung, dan masih punya belasan ribu pasukan yang lain." Melalui Ust.
Hilmi, para pejuang HAMAS ingin mengucapkan rasa terimakasih dan rasa bangga
yang sebesar-besarnya atas apa yang telah diupayakan rakyat Indonesia. HAMAS
berharap bahwa kalaupun ada yang ingin memberikan bantuannya kepada Palestina,
maka berikanlah bantuan itu dalam wujud bantuan kemanusiaan berupa makanan,
minuman, obat-obatan, pakaian, atau uang tunai. Karena sesungguhnya itu yang
lebih mereka butuhkan daripada mengirimkan bantuan pasukan jihad.Â
InsyaAllah.. . apa yang telah kita upayakan bersama ini untuk membantu rakyat
Palestina bukanlah yang terakhir kali. Masih akan datang lagi bantuan-bantuan
berikutnya. Pendistribusian bantuan yang dilakukan secara bertahap dan tidak
sekaligus memang bukan tanpa alasan. Ini dikarenakan pemerintah Mesir yang
berbatasan langsung dengan Gaza tidak mau untuk memberikan izin masuk
Gaza jika
dilakukan secara besar-besaran. . Salah satu pihak pejabat Mesir
mengatakan bahwa
mereka tidak mau ambil risiko dengan pihak Israel. Sehingga hal ini membuat
kita untuk secara bertahap dan sedikit-sedikit dalam menyalurkan bantuan ke
Gaza. Barangkali perlu juga menjadi catatan bagi kita, bahwa ternyata
aksi-aksi
yang kita lakukan selama ini ternyata adalah aksi terbesar di selurh dunia. Di
saat saudara-saudara kita di belahan dunia lain harus dikejar-kejar polisi dan
dijaga ribuan aparat setiap melakukan aksi solidaritas, lain halnya dengan apa
yang kita lakukan di Indonesia. Semangat pembelaan terhadap bangsa Palestina
harus terus kita gelorakan di bumi manapun kita berada. Jangan pernah berhenti
hingga yahudi laknatullah itu pergi dari bumi jajahan mereka, dan Palestina
terbebaskan sepenuhnya dari cengkraman yahudi. Allahu akbar!!!
Alasan HAMAS Memenangkan Perang Gaza
Sadarkah antum bahwa berita yang kita dapatkan dalam siaran berita di televisi
maupun lembaran koran seluruh dunia seputar perang Gaza rata-rata
banyak sekali
yang mengekspos penderitaan bangsa Palestina. Di sisi lain sering kali kita
perhatikan ditampilkannya kabar bahwa seolah-olah Israel telah berhasil menang
dalam peperangan yang mereka kobarkan di Gaza. Kita berhusnudzan, barangkali
apa yang dilakukan media adalah cara mereka dalam memberi dukungan bagi rakyat
Palestina. Semakin nampak penderitaan bangsa Palestina di hadapan dunia, maka
otomatis akan semakin membangkitkan semangat pembelaan bagi rakyat Palestina.
Namun nampaknya jarang sekali kita dengar kabar yang menggembirakan
atas bangsa
Palestina selama perang 22 hari di Gaza. Tahukah antum bahwa ternyata banyak
sekali Allah turunkan pertolongan- Nya bagi rakyat Palestina selama perang 22
hari itu. Apa yang akan saya ceritakan berikut tidak banyak diekspos oleh
media. Entah kenapa, atau mungkin karena apa yang mereka dapatkan
bukan berasal
dari sumber utama para tentara pejuang kemerdekaan Palestina (brigade izzudin
al-qassam dan HAMAS).Â
Dalam salah satu acara malam penggalangan dana untuk Palestina, Ust. Hilmi
Aminudin bercerita tentang pengalaman beliau ketika mengantarkan
rombongan para
penyalur bantuan dari rakyat Indonesia langsung ke pemerintah HAMAS di
Palestina. Alhamdulillah saya beruntung dapat mendengarkan cerita
beliau secara
langsung, dan kemudian saya ceritakan kembali pada teman-teman semua.Â
Selama kunjungannya di Palestina, Ust. Hilmi disambut langsung oleh para
petinggi HAMAS. Beliau disambut di perbatasan Raffah-Mesir. Beliau beserta
rombongan tidak diizinkan masuk ke Gaza oleh pemerintah Mesir dengan alasan
keamanan. Oleh karena itu, para petinggi HAMAS tersebut yang akhirnya
menghampiri perbatasan untuk melakukan dialog.
Ust. Hilmi beserta rombongan
pada waktu itu membawa dana segar hasil pengumpulan dana dalam demonstrasi-
demonstrasi yang dilakukan bangsa Indonesia selama agresi Israel berlangsung.
Alhamdulillah, total dana yang diberikan adalah sebesar 2 juta US dollar.
Seolah sambil sedikit bercanda, Ust. Hilmi mengatakan bahwa uang yang
terkumpul tersebut merupakan infaknya 'minal fukhoro wal masakin' (infaknya
orang-orang fakir dan miskin). Maksudnya tentu bukan merendahkan yang memberikan
infak itu.
Melainkan memberi gambaran bahwa jika uang yang dikumpulkan dari hasil
demontrasi jalanan saja bisa sampai terkumpul 2 juta dollar, maka apalagi jika
sudah melibatkan para agnia dan pengusaha? InsyaAllah dijamin jumlahnya akan
berlipat lebih besar lagi.Â
Dalam dialog yang berlangsung bersama para pemimpin HAMAS tersebut, Ust. Hilmi
banyak mendapatkan cerita kondisi yang sebenarnya dialami oleh para
tentara al-qassam. Subhanallah. .. ternyata Allah telah banyak menurunkan pertolongan dan lindungan-Nya selama perang berlangsung. Sangat banyak hal yang secara akal
tidak lah mungkin terjadi. Pertama, secara kesenjataan, sudah sangat jelas
bahwa perbandingan kekuatan persenjataan antara HAMAS dan Israel
sangatlah jauh berbeda.
Dalam sistem pertahanan kesenjataan, Israel menempati urutan keempat
di dunia setelah Amerika Serikat, China, dan Inggris. Ini pun masih belum
termasuk dengan bantuan militer yang diberikan Amerika Serikat untuk mendukung
persenjataan selama perang Gaza.
Menurut salah satu sumber, disebutkan bahwa
untuk perang Gaza, Amerika telah menyuplai persenjataan sebanyak lebih dari
60.000 ton. Bantuan itu dikirim dalam ratusan buah kontainer besar. Bantuan
senjata ini dipercaya sebagai suplai senjata yang terbesar sepanjang sejarah
persekongkolan Amerika-Israel. . .
Maka coba bandingkanlah dengan HAMAS hanya
mempersenjatai diri mereka dengan roket-roket berdaya jelajah menengah dengan
daya rusak yang tidak terlalu besar. Kedua, jika dilihat dari besarnya
pasukan,
HAMAS hanya memiliki sekitar 15.000 personil. Sedangkan Israel
memiliki 130.000
tentara aktif dan lebih dari 400.000 tentara cadangan. Ketiga, dari segi medan
pertempuran, Gaza adalah kota yang terisolir. Sekelilingnya dibatasi oleh
tembok-tembok blokade sepanjang lebih dari 750 KM dengan tinggi 8
meter, dan di
setiap 10 meternya telah siap tentara Israel di atas pos blokade yang siap
menembak mati siapapun warga Palestina yang mencoba mendekati tembok blokade
tersebut. Segala hal hampir membuat tidak masuk akal bagi pejuang Palestina
untuk memenangkan pertempuran.
Beberapa hari ke belakang kita menyaksikan sama-sama berita yang menceritakan
aksi perayaan kemenangan yang dilakukan warga Palestina baik yang di
jalur Gaza
maupun di tepi Barat. Bagi sebagian orang barangkali merasa heran, kemenangan
macam apakah itu? Bukankah sudah lebih dari 1.200 orang menemui syahid, 5.000
lebih orang luka-luka, 13 masjid dibom, ribuan rumah hancur, jalan dan sarana
publik hancur total. Apakah ini yang disebut dengan kemenangan? hal ini lah
yang tidak kita ketahui kebenaran yang sesungguhnya.
Setidaknya ada beberapa alasan yang membuat Palestina memenangkan pertempuran.
Para petinggi HAMAS itu bercerita, sebenarnya serangan yang dilakukan Israel
awalnya direncakan hanya dalam 3 hari saja. Pertama kali mereka menyerang
melalui serangan udara pada tanggal 27 Desember 2008, seharusnya menurut
pemikiran mereka, akan dapat menguasai sepenuhnya Gaza dalam waktu tiga hari
saja (29 desember 2008). Mereka berencana hanya akan melakukan serangan udara
selama 3 hari, tanpa serangan darat, lalu pada tanggal 30-31 Desember 2008
mereka akan melakukan persiapan perayaan kemenangan dan perayaan tahun baru di
Gaza.
Dikabarkan juga pada akhir tahun 2008 tersebut, sebagian tamu undangan
yang rencananya akan menghadiri perayaan kemenangan Israel atas Gaza sudah
bersiap di perbatasan untuk selanjutnya dapat memasuki Gaza. Tapi ternyata apa
yang mereka dapatkan sangat jauh dari apa yang mereka bayangkan.
Justru
perlawanan yang sangat sengit dari pejuang HAMAS lah yang mereka dapatkan. Hal
ini akhirnya memaksa zionis Israel untuk melakukan serangkaian serangan
sporadis ke seluruh target. Pertempuran yang awalnya hanya diperkirakan akan
dimenangkan Israel dalam waktu tiga hari, ternyata meleset sangat jauh dari
target.
Setelah perang melewati 10 hari serangan, tentara Israel mulai kehilangan
konsentrasi dan fokus serangan. Sehingga serangan yang awalnya ditargetkan
untuk menghancurkan basis-basis perlawanan HAMAS, akhirnya mulai berubah
menjadi target rakyat sipil. Tentara Israel mulai kehilangan arah sasaran.
Mereka tidak tahu lagi target mana yang harus mereka hancurkan. Dan ternyata,
target-target bangunan yang Israel klaim di media merupakan basis HAMAS, pada
kenyataannya itu tidak lain hanyalah bangunan yang kosong tidak berpenghuni,
atau bahkan malah target fasilitas publik dan sipil. Jika kita perhatikan
berita di media asing, Israel selalu berkilah bahwa target sipil yang mereka
hancurkan itu karena HAMAS sering menjadikan tempat-tempat macam itu sebagai
tempat perlindungan dan gudang persenjataan. Padahal yang sebenarnya itu
dilakukan Israel tidak lain hanya karena sudah bingung dan tidak tahu lagi
target serangan.
Kemudian salah satu pejabat HAMAS tersebut melanjutkan ceritanya kepada Ust.
Hilmi. Beliau menambahkan, bahwa ternyata pihak Israel sebelumnya telah
mempersiapkan pasukan elite mereka untuk berlatih sebelum serangan dilakukan.
Jadi apa yang mereka lakukan itu tentunya bukan dilakukan dengan spontan,
melainkan sudah melalui perencanaan yang matang. Para pasukan khusus itu
dilatih di sebuah tempat yang kondisinya dibuat persis sama seperti keadaan di
kota Gaza. Mulai dari bangunan, jalan-jalan, bahkan sampai gang-gang sempit,
semuanya dibuat mirip seperti kota Gaza. Ini diharapkan ketika mereka
melakukan
serangan darat, maka sudah dapat mengetahui medan pertempuran dengan sebaik-
baiknya. Tetapi ternyata apa yang mereka dapatkan setelah terjun langsung ke
medan pertempuran yang sebenarnya? Ternyata apa yang mereka dapatkan sungguh
berbeda menurut pandangan mereka. Target yang awalnya sudah mereka rencanakan
dan dicurigai merupakan tempat persembunyian tentara pejuang Palestina
ternyata
tidak pernah mereka temukan. Ketika mereka masuk ke bangunan atau rumah yang
awalnya mereka curigai sebagai markas, ternyata tidak lain hanyalah sebuah
rumah biasa milik penduduk sipil.
Barangkali kita bertanya-bertanya dalam benak kita semua. Bagaimana mungkin
HAMAS tetap bisa menggalang kekuatan. Padahal sekeliling kota Gaza sudah
diblokade dengan tembok-tembok raksasa dan pos penjagaan di tiap perbatasan.
Dari mana mereka mendapatkan suplai untuk persenjataan mereka? Di luar dugaan,
ternyata roket-roket yang dibuat HAMAS itu terbuat dari barang-barang bekas.
Rangka roketnya terbuat dari bekas tiang listrik, kabel-kabel sambungan
detonatornya terbuat dari kabel yang ada di rumah-rumah warga, bahan bakar
roketnya terbuat dari gula, dan hulu ledaknya terbuat dari kimia
sederhana yang
mereka racik sedemikian rupa. Selain itu, suplai bahan baku senjata
juga mereka
dapatkan melalui ratusan terowongan yang mereka buat yang melintasi
perbatasan.
Israel mengklaim bahwa mereka telah berhasil menghancurkan banyak terowongan
yang sering dimanfaatkan warga Gaza untuk transfer barang dari dan ke kota
Gaza. Tetapi yang perlu kita ketahui adalah ternyata apa yang berhasil Israel
hancurkan itu hanya 200 terowongan dari total terowongan yang berjumlah 800
buah. Jadi setidaknya masih ada 600 terowongan yang tersisa dan belum hancur.
Adapun terowongan yang sudah hancur tersebut, pihak HAMAS menyebutkan bahwa
mereka akan selesai memperbaikinya kembali hanya dalam 3 bulan.
Secara fisik, mungkin HAMAS lah yang paling banyak menderita kerugian. Namun
ini sama sekali bukanlah indikasi kekalahan HAMAS. Justru Israel lah yang
kalah! Betapa tidak, HAMAS telah membuat perlawanan yang sangat sengit
sehingga
Israel melewati target lama pertempuran yang telah direncanakan, dan akhirnya
mundur dari Gaza tanpa syarat apa pun. Ingat... tanpa syarat apapun!!! Justru
pihak Israel lah yang pertama kali mengumumkan gencatan senjata sepihak,
sementara pada saat itu HAMAS sama sekali menolak gencatan senjata dan terus
memberi perlawanan. Bahkan menurut kabar, lima menit sebelum Israel
mengumumkan
gencatan senjata, HAMAS masih meluncurkan roketnya ke wilayah Israel. Secara
tersirat, HAMAS seolah ingin memberikan ancaman pada Israel bahwa perlawanan
mereka tidak pernah berhenti sedikit pun dan kondisi persenjataan mereka masih
dalam kondisi prima. Perlu ditambahkan juga bahwa selama perang Gaza, HAMAS
telah meluncurkan sekitar 900 roket, dan itu tidak lebih hanya 1 % dari total
jumlah roket yang mereka miliki.
Lebih jauh lagi, salah satu pejabat HAMAS tersebut menyampaikan bahwa mereka
sama sekali tidak membutuhkan kiriman pasukan mujahid dari negara mana pun.
Beliau mengatakan, "kami hanya kehilangan 48 orang mujahid selama perang
berlangsung, dan masih punya belasan ribu pasukan yang lain." Melalui Ust.
Hilmi, para pejuang HAMAS ingin mengucapkan rasa terimakasih dan rasa bangga
yang sebesar-besarnya atas apa yang telah diupayakan rakyat Indonesia. HAMAS
berharap bahwa kalaupun ada yang ingin memberikan bantuannya kepada Palestina,
maka berikanlah bantuan itu dalam wujud bantuan kemanusiaan berupa makanan,
minuman, obat-obatan, pakaian, atau uang tunai. Karena sesungguhnya itu yang
lebih mereka butuhkan daripada mengirimkan bantuan pasukan jihad.Â
InsyaAllah.. . apa yang telah kita upayakan bersama ini untuk membantu rakyat
Palestina bukanlah yang terakhir kali. Masih akan datang lagi bantuan-bantuan
berikutnya. Pendistribusian bantuan yang dilakukan secara bertahap dan tidak
sekaligus memang bukan tanpa alasan. Ini dikarenakan pemerintah Mesir yang
berbatasan langsung dengan Gaza tidak mau untuk memberikan izin masuk
Gaza jika
dilakukan secara besar-besaran. . Salah satu pihak pejabat Mesir
mengatakan bahwa
mereka tidak mau ambil risiko dengan pihak Israel. Sehingga hal ini membuat
kita untuk secara bertahap dan sedikit-sedikit dalam menyalurkan bantuan ke
Gaza. Barangkali perlu juga menjadi catatan bagi kita, bahwa ternyata
aksi-aksi
yang kita lakukan selama ini ternyata adalah aksi terbesar di selurh dunia. Di
saat saudara-saudara kita di belahan dunia lain harus dikejar-kejar polisi dan
dijaga ribuan aparat setiap melakukan aksi solidaritas, lain halnya dengan apa
yang kita lakukan di Indonesia. Semangat pembelaan terhadap bangsa Palestina
harus terus kita gelorakan di bumi manapun kita berada. Jangan pernah berhenti
hingga yahudi laknatullah itu pergi dari bumi jajahan mereka, dan Palestina
terbebaskan sepenuhnya dari cengkraman yahudi. Allahu akbar!!!
Anjuran Bertobat
BERITA DARI MASJID NABAWI .......BERITA PENTING.......... BERITA UNTUK UMMAT ISLAM DISELURUH DUNIA.
SURAT INI DATANGNYA DARI SYECKH ACHMAD DI SAUDI ARABIA :
"AKU BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH SWT DAN NABI MUHAMMAD SAW" WASIAT UNTUK SELURUH UMMAT ISLAM DARI SYECKH ACHMAD SEORANG PENJAGA MAKAM RASULULLAH DI MADINAH, YAITU DI MESJID NABAWI SAUDI ARABIA
"Pada malam tatkala hamba membaca Al'Quran di makam Rasulullah, dan Hamba sampai tertidur, lalu hamba bermimpi. Didalam mimpi hamba bertemu dengan Rasulullah SAW, dan beliau berkata, "didalam 60.000 orang yang meninggal dunia, diantara, bilangan itu tidak ada seorangpun yang mati beriman, dikarenakan :
• Seorang istri tidak lagi mendengar kata-kata suaminya
• Orang yang kaya yang mampu, tidak lagi melambangkan atau Menimbangkan rasa belas kasih kepada orang-orang miskin.
• Sudah banyak yang tidak berzakat, tidak berpuasa, tidak sholat dan tidak menunaikan ibadah haji, padahal mereka-mereka ini mampu melaksanakan.
• Oleh sebab itu wahai Syechk Achmad engkau sabdakan kepada semua ummat manusia di dunia supaya berbuat kebajikan dan menyembah kepada Allah SWT."
Demikian pesan Rasulullah kepada hamba, Maka berdasarkan pesan Rasulullah tersebut dan oleh karenanya hamba berpesan kepada segenap Ummat Islam di dunia :
• Bersalawatlah kepada Nabi Besar kita Muhammad SAW.
• Janganlah bermalas-malasan untuk mengerjakan sholat 5 ( lima )waktu.
• Bershadaqoh dan berzakatlah dengan segera, santuni anak-anak yatim piatu.
• Berpuasalah di bulan ramadhan serta kalau mampu tunaikan segera ibadah haji.
SURAT INI DATANGNYA DARI SYECKH ACHMAD DI SAUDI ARABIA :
"AKU BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH SWT DAN NABI MUHAMMAD SAW" WASIAT UNTUK SELURUH UMMAT ISLAM DARI SYECKH ACHMAD SEORANG PENJAGA MAKAM RASULULLAH DI MADINAH, YAITU DI MESJID NABAWI SAUDI ARABIA
"Pada malam tatkala hamba membaca Al'Quran di makam Rasulullah, dan Hamba sampai tertidur, lalu hamba bermimpi. Didalam mimpi hamba bertemu dengan Rasulullah SAW, dan beliau berkata, "didalam 60.000 orang yang meninggal dunia, diantara, bilangan itu tidak ada seorangpun yang mati beriman, dikarenakan :
• Seorang istri tidak lagi mendengar kata-kata suaminya
• Orang yang kaya yang mampu, tidak lagi melambangkan atau Menimbangkan rasa belas kasih kepada orang-orang miskin.
• Sudah banyak yang tidak berzakat, tidak berpuasa, tidak sholat dan tidak menunaikan ibadah haji, padahal mereka-mereka ini mampu melaksanakan.
• Oleh sebab itu wahai Syechk Achmad engkau sabdakan kepada semua ummat manusia di dunia supaya berbuat kebajikan dan menyembah kepada Allah SWT."
Demikian pesan Rasulullah kepada hamba, Maka berdasarkan pesan Rasulullah tersebut dan oleh karenanya hamba berpesan kepada segenap Ummat Islam di dunia :
• Bersalawatlah kepada Nabi Besar kita Muhammad SAW.
• Janganlah bermalas-malasan untuk mengerjakan sholat 5 ( lima )waktu.
• Bershadaqoh dan berzakatlah dengan segera, santuni anak-anak yatim piatu.
• Berpuasalah di bulan ramadhan serta kalau mampu tunaikan segera ibadah haji.
Langganan:
Postingan (Atom)

