Great !!!!!!
Hampir-hampir kredibilitas ku , ku pertaruhkan, demi sebuah panggilan hati (POLISI).
ditempat gw berkarir sebelumnya, 2 manager atau biasa kita sebut bos (atasan) tidak rela melepaskan gw begitu saja untuk resign dari kantor...
Dan di kantor gw yang baru, MNC ini, gw baru saja mengalami dualisme komitmen (atau setidaknya begitulah) gara2 gw mencuri2 waktu untuk bisa mengikuti tes kepolisian...
Langsung menuju inti masalah...
Andri.. dengan no pendaftaran 038 lulus tahap kesehatan 1, dengan nilai kualitas kesehatan 3.... ada 6 tingkat kesehatan yaitu (1,2,3,4,K1,K2)
dan jika kualitas kesehatan K@ dinyatakan tidak lulus..
lanjut masuk ke tes psiko tes....
Andri , lagi2 menempati rangking 2 di kategori jurusan hubungan internasional.. dengan nilai total 71...
tapi sayangnya yang diambil hanya satu orang untuk mewakili POlda Metro Jaya, yaitu tidak lain adalah orang yang berada di peringkat pertama . (lets call him Mr.X) dengan perolehan nilai 77..
alhamdulillah, tidak ada penyesalan pada diri saya, bahkan ayah saya tampak lebih dekat dengan saya setelah tes kepolisian ini...
selang sehari setelah pengumuman kelulusan psiko tes..
kawan saya , yang notabene adalah si Mr. X , menelpon .... dia menjelaskan secara jujur bahwa dia telah menjual mobilnya demi mengkatrol nilai psiko (baca: Nyogok)..
Lagi2 tidak ada penyesalan pada diri saya...
Yang saya sesalkan hanyalah, saya merasa berdosa di kantor saya , MNC, dengan meninggalkan kewajiban saya disana, untuk mengikuti tes seleksi PPSS di POlda..
Dan senangnya kawan2 MNC menerima saya dengan tangan terbuka setelah dosa yg saya lakukan ...
sebenarnya postingan saya kali ini bisa dikatakan buruk, baik dinilai dari segi pemilihan bahasa, komposisi... ya maklumlah.. udah capek, kesal pulaa.. masa gw kalah gara2 mobil (baca:sogokan)
Kamis, Mei 20, 2010
Minggu, Mei 02, 2010
Pulang kerja , lalu belajar Bahasa Arab
Kebetulan kantor gw terletak di Kebon sirih, daerah Pusat Republik ini... haha
jauh-jauh hari sebelum gw bekerja di MNC, gw udah mencari banyak bimbingan belajar bahasa arab,. dan kebetulan gw menemukannya ga jauh dari kantor, yaitu di daerah dekat rscm, salemba...
mungkin yang jadi masalah hanya soal mencocokkan jadwal belajar dan jadwal pulang kantor kali yeee....
dan gw harap. gw bener2 bisa merealisasikan keinginan belajar gw ini...
harus lah.... Insyaaalllah
jauh-jauh hari sebelum gw bekerja di MNC, gw udah mencari banyak bimbingan belajar bahasa arab,. dan kebetulan gw menemukannya ga jauh dari kantor, yaitu di daerah dekat rscm, salemba...
mungkin yang jadi masalah hanya soal mencocokkan jadwal belajar dan jadwal pulang kantor kali yeee....
dan gw harap. gw bener2 bisa merealisasikan keinginan belajar gw ini...
harus lah.... Insyaaalllah
PNS vs Karyawan , POLRI vs MNC
Akhir April, di awal mei mungkin merupakan saat-saat dilematis dalam hidup gw sejauh ini...
Kenapa ?
1. KArena gw mulai bekerja di MNC di awal mei ini..
2. karena PPSS (penerimaan polri sumber sarjana) pun membuka pendaftaran di awal mei..
sebenarnya mengulas kembali obsesi gw untuk menjadi polisi adalah bermula sejak gw memutuskan kuliah, sewaktu kuliah dulu, gw seringkali berdoa untuk menjadi polisi...
tapi lambat laun, keinginan gw untuk jadi polisi tergerus oleh kenyataan...
ya, kenyataan bahwa akpol mengharuskan maksimal umur pada saat pendaftaran adalah 22 tahun cukup nbikin gw ngenes...
tapi mungkin Tuhan mau ngetes konsistensi gw kali ya,, buktinya kali ini, PPSS buka pendaftaran, dan umur maksimal adalah 26 tahun, ditambah dengan adanya jurusan gw sebagai pilihan program study yang dibutuhkan....
tapi ya itu, gw sendiri sudah diterima dan sign kontrak di MNC... sebuah grup media besar di Indonesia dengan prospek menjanjikan...
mungkin kalo gw lebig pragmatis dalam menentukan pilihan, gw akan anggap bahwa pertentangan pilihan dilematis gw hanya bersumber dari keinginan untuk bekerja di pemerintahan atau swasta.... ya sesimpel itu.....
tapi ya, kalau kalian tahu bagaimana pola pikir Jawa lebih menekankan kecenderungan kebanggaan untuk bekerja di pemerintahan, mungkin kalian akan heran......
haha, bagi jawa, hidup dengan gaji kecil namun konsisten adalah lebih baik daripada gaji besar namun seringkai pasang surut... (sounds logic huh)
gw udah melakukan istikharah......
Jujur, saya Andri, sudah benar2 paham dan mahfum , akan bagaimana para PNS, terlebih polisi mencari uang disamping gaji utama mereka.... bisa dibilang halal, tapi saya pikir lebih cocok untuk dikatakan makruh lah... haha
jadi saya pikir, keputusan saya untuk tidak menjadi polisi dan dengan menjadi karyawan insyaallah akan lebih bersih, halal, dan menetramkan bagi saya........
tapi apakah saya akan benar2 mundur memperjuangkan obsesi saya untuk menjadi polisi??
Kita lihat nanti dipostingan saya selanjutnya....
Kenapa ?
1. KArena gw mulai bekerja di MNC di awal mei ini..
2. karena PPSS (penerimaan polri sumber sarjana) pun membuka pendaftaran di awal mei..
sebenarnya mengulas kembali obsesi gw untuk menjadi polisi adalah bermula sejak gw memutuskan kuliah, sewaktu kuliah dulu, gw seringkali berdoa untuk menjadi polisi...
tapi lambat laun, keinginan gw untuk jadi polisi tergerus oleh kenyataan...
ya, kenyataan bahwa akpol mengharuskan maksimal umur pada saat pendaftaran adalah 22 tahun cukup nbikin gw ngenes...
tapi mungkin Tuhan mau ngetes konsistensi gw kali ya,, buktinya kali ini, PPSS buka pendaftaran, dan umur maksimal adalah 26 tahun, ditambah dengan adanya jurusan gw sebagai pilihan program study yang dibutuhkan....
tapi ya itu, gw sendiri sudah diterima dan sign kontrak di MNC... sebuah grup media besar di Indonesia dengan prospek menjanjikan...
mungkin kalo gw lebig pragmatis dalam menentukan pilihan, gw akan anggap bahwa pertentangan pilihan dilematis gw hanya bersumber dari keinginan untuk bekerja di pemerintahan atau swasta.... ya sesimpel itu.....
tapi ya, kalau kalian tahu bagaimana pola pikir Jawa lebih menekankan kecenderungan kebanggaan untuk bekerja di pemerintahan, mungkin kalian akan heran......
haha, bagi jawa, hidup dengan gaji kecil namun konsisten adalah lebih baik daripada gaji besar namun seringkai pasang surut... (sounds logic huh)
gw udah melakukan istikharah......
Jujur, saya Andri, sudah benar2 paham dan mahfum , akan bagaimana para PNS, terlebih polisi mencari uang disamping gaji utama mereka.... bisa dibilang halal, tapi saya pikir lebih cocok untuk dikatakan makruh lah... haha
jadi saya pikir, keputusan saya untuk tidak menjadi polisi dan dengan menjadi karyawan insyaallah akan lebih bersih, halal, dan menetramkan bagi saya........
tapi apakah saya akan benar2 mundur memperjuangkan obsesi saya untuk menjadi polisi??
Kita lihat nanti dipostingan saya selanjutnya....
Langganan:
Postingan (Atom)

